Mungkin semuanya memang sudah berakhir, tapi tidak banyak yang berubah, aku masih disini, menunggumu, dengan segenap rasa yang kumiliki, berharap ada yang kembali, setia, lebih tepatnya bodoh untuk setia. Entah apa yang ada dipikiranku, terlalu depresi? Mungkin. Sampai aku memutuskan satu hal, yaitu MENUNGGU. Waiting for a long time. Gatau sampai kapan, yang pasti aku terus dan terus menunggu. Bodoh memang, akupun sadar dan telah disadarkan, tapi inilah yang ingin kulakukan sekarang. Ya karna aku terlalu sayang, sayang dengan bodoh memang beda tipis, sangat tipis sampai aku tak bisa membedakannya. Sehari....duahari.....seminggu.....sebulan, yak sudah sebulan lebih aku disini, tapi kamu tak pernah kembali. Ingatku kau katakan “aku ingin ditunggu” ya kamun lihat sekarang. Aku menunggumu. Tapi sampai kapan? Sampai hatiku benar-benar mati untuk oranglain? Sampai aku memutuskan menjadi batu yang hanya bisa diam tanpa memiliki rasa? Sering terlintas di benakku ingin akhiri semuanya, terlalu lelah, menanti penantian yang tak kunjung usai. Tapi aku tak bisa. Terlalu takut kehilanganmu. Terlalu takut kehilangan semua perhatianmu. Terlalu takut lepas darimu. Ya sekali lagi aku katakan, aku memang BODOH, dan mulai bertanya-tanya pada diri sendiri. “kenapa aku tak bisa lepas atau melepaskan? Ketika kenyataan sudah jelas harus dilepaskan” tapi pertanyaan itu tidak pernah menemukan jawaban. Bahkan sampai detik ini. Di detik aku terus menunggumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar